Tampilkan postingan dengan label PUISI dan SYAIR. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PUISI dan SYAIR. Tampilkan semua postingan

Rabu, 22 April 2015

Sercercah harapan

Cahaya rembulan berganti mentari,

Pengcahayaan yang remang bergantikan cahaya terang,

Aku menyusuri jalan setapak tanah merah yang lembab,

Bekas hujan kemarin senja,

Menyongsong masa depan dengan perlahan,

Berharap besok nasib akan lebih baik,

Melangkah dengan langkah yang sempit,

Perlahan tapi pasti,Mengikis waktu yang tiada berhenti. 

TRIO BIJAK :
Rei
FTon
El
Pagi,
Saat mentari menyambutku hari ini,
Dengan kehangatan dan cahaya keemasannya,
Membuat sekelilingku menjadi bersinar.

Pagi,
Aku terhanyut dalam aroma hujan semalam,
Yang membasahi tanah yang ku pijak saat ini,
Dedaunan yang menyentuh tanah,
Lalu kembali lagi ke derajat semula,
Hanya untuk menghantarkan embun pagi dengan baik.

Pagi,
Gemercik air aku dengar dari tetesan setiap bulirnya,
Yang menyentuh keramik dekat kolam,
Menghasilkan nada-nada monotrom,
Membuat laba-laba menarik-narik senar sarangnya,
Dua kaki memetik benang halus itu,
Bagai memainkan gitar akustik,
Bernyanyi diiringi tetesan air perdetiknya,
Mengucapkan rasa syukur kepada tuhan dengan apa yang ia bisa.

Pagi,
Air kolam pun  ikut bergoyang,
Membawa kehidupan baru,
Untuk nyawa yang di tinggali ikan-ikan kecil,
Menyambung napas untuk teratai bermekaran,
Bersama sang bunganya.

Pagi, bolehkah aku bertanya satu hal ?,

Mengapa air mata ini juga membasahi wajahku ?



TRIO BIJAK

Ridia Irin (REI)
Fatonah (FTon)
Zahrotun Nissa El Laily (El)

Selasa, 16 September 2014



Antara Israel dan Palestina

Berhentilah meniupkan mesiu,
Tidaklah kasihan dengan anak-anakmu ?.
Berhentilah mengelus-ngelus rudal,
Bukankah kalian bangsa yang berakal ?.
Anak-anakmu bersimbah darah,
Manakala hati menurutkan amarah..
BERHENTILAH !

Kulihat langit yang tertutup asap kelabu,
Seperti Palestina yang menunggu,
Meradu nasib yang ditunggu,
Menunggu uluran tanganku dan tanganmu.
.
Entah kapan matahari bersinar kembali,
Menerangi kecerian anak Palestina disini,
Yang menangisi segala cobaan yang terjadi,
Hanya terhisak dalam hati. .

            Kuterus berdo’a untuk Negri Palestina,
            Karena sandiwara Israel dan Amerika,
            Kututuk mereka dalam setiap do’a,        
            Supaya mereka berdamai dalam jiwa..


            

Rabu, 20 Agustus 2014

Skenario Untuk Presiden Baru

  “ 3 Pujangga Negara. “

   3 Pemuda, Berdiri Diatas Gedung Tinggi Petang Itu. Membiarkan Tubuh Mereka Terkena Efek Cahaya Matahari Yang MUlai Hilang Di Ufuk Baratnya. Gedung Itu Seperti Panggung Aspirasi Ketiga Pemuda Itu.

Rendy   :   “ Ada Berita Dari Banyak Berita, Tapi Berita Rakyatlah Yang Paling Menderita. Terutama Rakyat Kecil                    Seperti Kami Ini. Hanya Bisa Menunggu Uluran Tangan Pemerintah Dan Para Pejabat Yang                                  Kehadirannya Tak Pernah NYATA ! ”
 

  ~ Di Sela-Sela Dialog Berjalan Video Tentang Kesengsaraan Rakyat Kecil Terputar ~. Lagu Vonis Bersenandung Mengiringi Video Itu .

Vikri       :   “ Siapa Lagi Yang Akan Peduli Dengan Nasib Kami, Jika Bukan Diri Kami Sendiri . Siapa? ,                                     Pemerintah ? Atau Para Pejabat ? . Heh… Mereka Hanya Memikirkan Perut-Perut Mereka Sendiri.                       Mereka Hanya Menumpuk-Numpuk Hak Kami Ke Dalam Perut Yang Terlihat Semakin Buncit itu !.”

Aswir      :  “ Mereka Tak Pernah Berpikir Kami Menderita, Hak Kami Terlupakan,  Demokrasi Kami Terjajah Dan                       Menutup Kedua Telinga Mereka Seperti Orang Tuli Oleh Suara Rintihan & Raungan Penderitaan                           Kami Atas Ulah Mereka ! ”

Rendy    :  “ Rakyat Menderita Tiap Hari Tapi Malah Mengurus Hal Yang Tidak Penting  (Komisi 3 DPR Ikut                              Menangani Kasus Eyang Subur ). Kemana Akal Kalian Bung?! ” (Enggak Punya Akal ).

Vikri      :   “ Kemana Rasa Peri Kemanusiaan Kalian? , Lalu Kemana Perginya Janji-Janji Manis Kalian Yang                           Kalian Janjikan Dulu Saat Mengemis Jabatan Kepada Kami?!.”

Aswir    :   “ Kata Orang Negri Ini Kaya Tapi Kenyataan Anak Negri Kurang Gizi.. Keserakahan Kalian Membuat                      Generasi Muda Penerus Bangsa Tak Merasakan Nikmat Menuntut Ilmu ”

Rendy   :   “ Kata Orang Negri Ini Damai Tapi Kekerasan Dimana-Mana.. Kata Orang Negri Ini Ramah, Tapi                             Kenyataan Kesadaran  Membuang Sampah Tak Asa Hutan Si Jantung Dunia Gundul Dan Satu                             Persatu Fauna Punah! ”

Vikri      :   “ Ya… Kata Orang Semua Kata Orang Berbeda Dengan Kenyataan Di Lapangan Yang Berbanding                        Jauh Dari Perkataan Mereka Yang Hampir Sempurna ? ”

3 Pujangga Negara Serentak Mengatakan, Penuh Tekanan :
“ Kita Mengaku Bertahan Air Satu Tanah Air Tanpa Korupsi. Kita Mengaku Berbangsa Yang Satu . Bangsa Yang Lestari. Kita Mengaku Berbahasa Satu Bahasa Tanpa Kekerasan . One World With Out Corupption !! ”