Selasa, 27 September 2016

Cerpen

FICUS RACEMOSA

Puluhan jenis bunga tersebar dibumi ini.Setiap bunga memiliki musimnya untuk merekah indah, begitu juga dengan bunga Udumbara yang hanya mekar 3000 tahun sekali.Udumbara.
Lamabaian angin menyapa wajahku, pagi hari ini sungguh menentramkan jiwa. Kicau burung bersahutan dari gerombolan burung diranting pohon bambu dan itu sangat manis.

Cerpen

Jatuh Hati

Sinar rembulan perlahan terhapus dengan cahaya fajar, dengan perlahan menghiasi awan yang tersebar di langit luas. Menyinari bagian bumi yang aku pijaki. Hari ini, aktivitasku masih sama dengan sebelumnya, bangun lebih pagi dari siapapun yang ada di rumah, demi mengejar waktu yang selalu menguntit, mengingatkan suatu hal yang selalu aku lupakan.

Selasa, 28 April 2015


Harapan belum berakhir  (Part 2)

Di bale depan rumah kontrakan, aku dan ka Herlin bersantai sambil menyantap bakso yang tadi dibelikan ka Herlin, kami makan dalam diam.

Rabu, 22 April 2015

“ 3 Pujangga Negara. “

                3 Pemuda,  berdiri diatas gedung tinggi petang Itu. Membiarkan tubuh mereka terkena efek cahaya matahari yang mulai hilang di ufuk baratnya. Gedung Itu seperti panggung Aspirasi ketiga Pemuda itu. Masing-masing bernama Rendy, vikri dan aswir. Ketiga pemuda yang bersahabat itu, prihatin atas Negrinya. Kepedihan yang disebabkan korupsi. Sejauh mata memandang, mereka hanya melihat kesengsaraan yang bersembunyi di tengah gemerlap kota metropolitan.  Ditengah kemewahan,  ternyata banyak penderitaan yang terselip.  Banyak cerita yang akan terkuak dari atas sini. Dengan setengah hati mereka akan menceritakannya pada semua orang, bahwa Negrinya bukan Negri yang kaya ataupun ramah. Rendy yang memulai untuk bercerita,
Harapan belum berakhir (Part 1)

Malam Ini, langit begitu sepi. Tanpa bintang atau pun bulan yang nampak dan udara pun terasa begitu dingin menerpa kulitku. Menatap langit, aku seperti orang yang buta tanpa adanya cahaya.