Rabu, 22 April 2015

Harapan belum berakhir (Part 1)

Malam Ini, langit begitu sepi. Tanpa bintang atau pun bulan yang nampak dan udara pun terasa begitu dingin menerpa kulitku. Menatap langit, aku seperti orang yang buta tanpa adanya cahaya.
Sercercah harapan

Cahaya rembulan berganti mentari,

Pengcahayaan yang remang bergantikan cahaya terang,

Aku menyusuri jalan setapak tanah merah yang lembab,

Bekas hujan kemarin senja,

Menyongsong masa depan dengan perlahan,

Berharap besok nasib akan lebih baik,

Melangkah dengan langkah yang sempit,

Perlahan tapi pasti,Mengikis waktu yang tiada berhenti. 

TRIO BIJAK :
Rei
FTon
El
Pagi,
Saat mentari menyambutku hari ini,
Dengan kehangatan dan cahaya keemasannya,
Membuat sekelilingku menjadi bersinar.

Pagi,
Aku terhanyut dalam aroma hujan semalam,
Yang membasahi tanah yang ku pijak saat ini,
Dedaunan yang menyentuh tanah,
Lalu kembali lagi ke derajat semula,
Hanya untuk menghantarkan embun pagi dengan baik.

Pagi,
Gemercik air aku dengar dari tetesan setiap bulirnya,
Yang menyentuh keramik dekat kolam,
Menghasilkan nada-nada monotrom,
Membuat laba-laba menarik-narik senar sarangnya,
Dua kaki memetik benang halus itu,
Bagai memainkan gitar akustik,
Bernyanyi diiringi tetesan air perdetiknya,
Mengucapkan rasa syukur kepada tuhan dengan apa yang ia bisa.

Pagi,
Air kolam pun  ikut bergoyang,
Membawa kehidupan baru,
Untuk nyawa yang di tinggali ikan-ikan kecil,
Menyambung napas untuk teratai bermekaran,
Bersama sang bunganya.

Pagi, bolehkah aku bertanya satu hal ?,

Mengapa air mata ini juga membasahi wajahku ?



TRIO BIJAK

Ridia Irin (REI)
Fatonah (FTon)
Zahrotun Nissa El Laily (El)

Selasa, 02 Desember 2014

Mading

 Mading adalah kepanjangan dari majalah dinding. Sebetulnya, tidak sulit untuk membuatnya. Namun konsen topik pembicaraan yang ada dalam mading tersebut terkadang sudah keluar dari topik yang seharusnya di bahas. Belum lagi design mading yang harus terlihat luar biasa, agar menarik perhatian pembaca. Bapak deden, sebagai guru seni budaya kami. Menugaskan kami untuk membuat mading yang menarik dan konsen pada satu topik pembicaraan saja. Beliau melatih kita bukan saja untuk membuat mading dengan benar, namun dipadukan dengan seni. Seni design yang ditekankannya tak mengurangi topik pembicaraan. Semua peserta didik kelas 11, di latih untuk membuat mading dengan benar. Saya sendiri, sempat di ajak beliau untuk mendampinginya sebagai asisten mengajar di sebuah Sekolah dasar. Dengan itu, saya mempunyai nilai lebih untuk membimbing teman-teman yang lain untuk membuat mading yang menarik dan konsen pada 1 topik. Saya sendiri tak segan untuk membantu teman-teman.


hasil karya kelas 11 MAN 18 Jakarta :

Sabtu, 11 Oktober 2014

3 tahun yang berkesan
3 tahun beliau mengabdi menjadi kepala sekolah, di MAN 18 Jakarta. Melakukan semuanya dengan penuh tanggung jawab, menjadikan MAN 18 lebih berkualitas dari sebelumnya. Dengan bantuan Bapak, Ibu Guru dan para karyawan sekolah, beliau mampu mengubah segalanya menjadi lebih baik. Seorang wanita yang tegas dan cerdas ini telah memberikan yang terbaik selama 3 tahun yang manis. Membuat kami takkan pernah lupa  akan kerja kerasnya selama ini.
Hari jum’at pagi, 10/10. Kami semua melepas kepindahannya menjadi kepala sekolahdi sekolah lain. Kami yang dibantu anggota OSIS/MPK  membuat kejutan kecil untuk perpisahan di pagi ini. Beberapa siswa dan siswi yang berbakat memainkan alat musik maju, mendampingi kami mengiring nyanyian kami. Sebagai tanda terima kasih. Suasana haru sangat terasa pada hari itu, semua bernyanyi dan meneteskan air mata.  Puisi terbit di tengah lantunan nada yang kami nyanyikan, membuat suasana saat itu itu semakin haru.
Sungguh, apapun yang telah engkau berikan kepada kami, takkan mungkin terbalas dengan kejutan sederhana di pagi ini. Terima kasih kami ucapkan kepadamu Ibu Dra.Yessy Anwar, atas 3 tahun yang sangat berkesan.



Rabu, 17 September 2014



Sandal jepit naik kasta
Bukan hanya rakyat jelata aja yang bisa naik kasta, sandal jepit juga bisa”.
Berita ini bermula setelah sandal jepit swallow dipakai oleh magnae EXO-K dibeberapa kesempatan. Si sendal jepit swallow (warna hijau) ini barang yang sangat dicari oleh para EXO-L (Fans EXO) di seluruh Asia. Kini harga si sendal jepit mencapai $ 20, kebayang dong?. Barang sederhana yang biasa di jual 10rb ini, bisa naik harga jadi $ 20 atau setara dengan 200rb. Ketenaran sang idol adalah sebab utama boomingnya sandal jepit tersebut. Oh Se-Hun, cowo bermarga Oh ini berhasil membuat si jepit swallaow keliling asia setelah memakainya dibeberapa kesempatan saat berada di Indonesia sampai tour EXO di Thailand dia juga terlihat memakai si jepit swallow. Karena banyaknya permintaan barang dari EXO-L luar Indonesia, membuat KPOPers Indonesia meraup keuntungan yang sangat besar. Hal inilah yang membuat para KPOPers atau EXO-L sendiri merasa heran dan lucu. Pasalnya, sandal jepit swallow bisa mencapai pasar asia.
           


Selasa, 16 September 2014



Antara Israel dan Palestina

Berhentilah meniupkan mesiu,
Tidaklah kasihan dengan anak-anakmu ?.
Berhentilah mengelus-ngelus rudal,
Bukankah kalian bangsa yang berakal ?.
Anak-anakmu bersimbah darah,
Manakala hati menurutkan amarah..
BERHENTILAH !

Kulihat langit yang tertutup asap kelabu,
Seperti Palestina yang menunggu,
Meradu nasib yang ditunggu,
Menunggu uluran tanganku dan tanganmu.
.
Entah kapan matahari bersinar kembali,
Menerangi kecerian anak Palestina disini,
Yang menangisi segala cobaan yang terjadi,
Hanya terhisak dalam hati. .

            Kuterus berdo’a untuk Negri Palestina,
            Karena sandiwara Israel dan Amerika,
            Kututuk mereka dalam setiap do’a,        
            Supaya mereka berdamai dalam jiwa..